Jumat, 12 September 2014

Karya Tulis Ilmiah Populer 3R

Karya Tulis Ilmiah Populer
3R (Reduce, Reuse, Recycle)
“Memelihara dan Melestarikan Kebersihan Lingkungan”

                Lingkungan yang sahat adalah lingkungan yang bebas dari polusi dan sampah. Salah satu factor yang menyebabkan lingkungan tercemar adalah sampah. Sampah telah menjadi factor yang paling berbahaya. Sampah merupakan masalah yang tidak ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada, maka sampah pasti akan selalu diproduksi. Istilah sampah sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Jika mendengar istilah sampah, yang terlintas di fikiran kita adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma busuk yang menyengat dan pemandangan yang tidak indah dipandang. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya proses yang cenderung merusak lingkungan sekitar. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang sacara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan serangga yang membawa kuman penyakit. Namun hal ini tidak akan terjadi lama jika setiap orang sadar akan masalah sampah dan setiap orang mengerti akan dampak yang ditimbulkan dari sampah ini. Jika sampah dikelola secara baik dan benar, maka sampah tidak lagi dikatakan sebagai masalah. Mengolah sampah sebenarnya tidak sulit. Sampah bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat kita manfaatkan. Melalui suatu pembiasaan menjadi suatu kebiasaan dan budaya. Untuk menciptakan kebiasaan hidup bersih dan sehat memang harus mengawalinya dari diri sendiri dan sejak dini, yang dengan kebiasaan ini kan tercipta budaya untuk hidup bersih dan sehat.

            Hal ini dapat direalisasikan oleh masyarakat dalam bentuk tindakan. Bagaimana caranya agar pengetahuan yang ada pada masyarakat dapat direalisasikan dalam bentuk tindakan, dalam hal prilaku peduli lingkungan ? Salah satunya diperlukan proses untuk mengubah sebuah perilaku yang diinginkan. Proses ini disebut Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) Konsepnya adalah pesan disampaikan secara baik dan berkelanjutan kepada individu atau kelompok sehingga terjadi proses perubahan perilaku pada masyarakat sejak menerima pesan tersebut. Pesan yang disampaikan sepeerti manfaat menjaga lingkungan, contoh perilaku sehri-hari yang mendukung paduli lingkungan, ajaran-ajaran agama yang terkait dengan menjaga lingkungan, konsekuensi yang akan terjadi, ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya, berolahraga, membatasi penggunaan plastic, menghemat listrik dan air, dan lain sebagainya. Bisa juga memberikan reward yang bermanfaat bagi pelaku peduli lingkungan, komunikasi yang dilakukan dapat berbentuk iklan, sosialisasi, ceramah, simulisasi, dan sebagainya. Dengan kondisi lingkungan yang semakin terlihat kurang baik,sampah berserakan dimana-mana, sungai dipenuhi dengan sampah dan libah, maka dari itu sangat diharapkan semakin banyak orang yang peduli pada lingkungannya. Orang yang peduli akan mempengaruhi cara fikir serta perilakunya, dan pada akhirnya mengajak orang lain untuk turut peduli terhadap lingkungan. Niscaya kondisi lingkungan akan lebih baik apabila banyak orang yang peduli. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya, yang demikian itu lebih baik darimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-A’raaf : 85)
           
Tingkat kerusakan lingkungan diIndonesia menjadi salah satu factor penting yang menentukan tinggi dan rendahnya tingkatan resiko disuatu kawasan. World Risk Report mencatat sepanjang tahun 2002 sampai dengan tahun 2011, telah terjadi 4.130 bencana diseluruh dunia yang mengakibatkan lebih dari 1 juta meninggal dunia dengan kerugian material mencapai US$ 1, 195 triliun. Laporan Risiko Dunia ini juga membuat World Risk Index (Indeks Risiko Dunia) yang memeringkatkan 173 negara berdasarkan risiko menjadi korban menjadi korban bencana sebagai akibat dari bencana alam.

            Ini menunjukkan bahwa manusia merupakan salah satu mahluk hidup yang selalu memanfaatkan lingkungan hidup sekitarnya, baik dalam resipirasi, pemenuhan kebutuhan pangan, papan, dan lain sebagainya. Selain itu, manusia juga sebagai mahluk yang paling unggul didalam ekosistemnya, memiliki daya dalam mengkreasi dan mengkonsumsi berbagai sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya. Salah satu kerusakan lingkungan disebabkan karena sampah-sampah yang tidak sepenuhnya dapat diolah oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, sangatlah diperlukan adanya kesadaran diri dari masyarakat untuk mencegah peningkatan kerusakan lingkungan ini.

            3R ( Reuse, Reduce, dan Recycle) sampai sekarang masih menjadi salah satu cara efektif dalam mengelola dan menangani sampah sebagai permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan system 3R menjadi salah satu solusi terbaik untuk memanfaatkan sampah sekitar kita yang terbuang sia-sia. Justru pengelolaan sampah dengan system 3R ini dapat dilaksanakan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari.

3R ( Reuse, Reduce, Recycle) memiliki makna tersendiri, diantaranya: Reuse, berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi yang lainnya atau mempergunakan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai. Barang-barang yang kita anggap sudah tidak berguna, pada dasarnya masih dapat kita pergunakan kembali dalam bentuk dan fungsi yang jauh lebih bermanfaat dari pada hanya manjadi kumpulan sampah yang tidak memiliki nilai guna. Reduce, berarti mengurangi segala sesuatu yang akibatkan sampah. Ini berarti mengurangi konsumsi kantong plastic, atau barang-barang yang sudah tidak berguna. Recycle, berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Artinya barang-barang yang sudah tidak berguna dapat didaur ulang menjadi barang baru dengan fungsi yang baru pula.
Ø  Contoh kegiatan reuse sehari-hari :
Memilih wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, menggunakan sapu tangan dari pada menggunakan tissue, menggunakan tas belanja yang dapat berulang-ulang dipakai dari pada menggunakn kantong pelastik, menggunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali, menggunakan sisi kertas yang masih kososng untuk menulis, dan lain sebagainya.
Ø  Contoh kegiatan reduce sehari-hari :
Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang, menghindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasikan sampah dalam jumlah besar. Menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang, pembersih kaca isi ulang dll, menggurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat dengan tujuan tidak boros  kertas.
Ø  Contoh kegiatan recycle sehari-hari :
Memilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali. Melakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos, melakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai jual.

            Adapun cara serta prinsip mendaur ulang (recyle) dengan memanfaatkan  kembali material-material sampah untuk tujuan bermanfaat dan dapat dijual kebali. Dengan prinsip mendaur ulang, kita tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi membuka peluang bagi pengusaha baru, yaitu keterampilan barang bekas. Peluang usaha daur ulang sampah merupakan usaha yang menjanjikan dan memberikan banyak keuntungan. Selain didaur ulang, barang bekas yang kita miliki dapat disulap menjadi keterampilan barang bekas bermanfaat dan dapat dijual. Kita tinggal memilih dan memilah jenis barang bekas yang bisa diolah dan dijual kembali. Berikut beberapa cuplikannya :
Ø  Keterampilan Barang Bekas – Memulai usaha daur ulang
Untuk memulai usaha daur ulang dari sampah atau barang bekas, kita harus mengetahui klasifikasi sampah atau barang bekas yang bisa didaur ulang. Dari jenis sampah organik, kita bisa mendaur ulang sampah rumah tangga, seperti sisa sayuran, buah, makanan basi, dan sampah dedaunan kering. Pengolahan dari jenis sampah organic dapat menghasilkan pupuk organic yang baik sebagai nutrisi pertumbuhan tanaman.
Dari jenis sampah anorganik, kita bisa mendaur ulang material, seperti botol-botol plastic bekas shampo, pasta gigi, deterjen, air mineral, ember dan jerigen, kertas (terutama kertas bekas, seperti Koran, majalah, kardus, dan lain-lain), logam bekas tempat minuman ringan, wadah kemasan kue kaleng, rangka dan besi. Dari jenis sampah ini, kita bisa mengolah barang bekas menjadi berbagai karya. Misalnya, untuk mengolah barang bekas yang berbahan baku plastic. Kita bisa mengolah sampah plastic menjadi produk jadi, seperti souvenir yang biasa kita dapatkan ketika mengunjungi resepsi pernikahan. Bentuk souvenis ini bisa berupa kunci, bingkai kaca kecil, cermin, dan lain-lain. Selain itu, barang bekas dari kertas juga bisa diolah menjadi aneka kriya, seperti amplop, map, paper bag, tempat tissue, replica binatang dan lain-lain. Di tangan orang kreatif, kertas tidak hanya didaur ulang menjadi kotak kado atau kertas daur ulang, tetapi ada juga yang menjadikan lukisan relief bernilai seni tinggi dan ekonomi tinggi tentunya.
Ø  Ragam keterampilan barang bekas
Tidak sedikit barang bekas yang dibuang dan ditumpuk begitu saja, baik dijalan, dihalaman rumah, digudang, bahkan dibuang ke sungai. Jika kita berfikir kreatif, barang bekas sebenarnya memiliki potensi tersendiri dengan keterampilan yang bermacam-macam. Membuat keterampilan barang bekas sangat menguntungkan bagi pembuatnya. Selain berpartisipasi mengurangi pemanasan global (global warming), kitapun dapat menghasilkan uang sendiri. Berikut cara-cara mengolah barang bekas menjadi keterampilan barang bekas :
·      Keterapilan barang bekas dari ban
Ban bekas ternyata dapat diolah menjadi keterampilan barang bekas yang bernilai jual tinggi. Ban bekas yang sudah tidak digunakan dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat. Keterampilan barang bekas dari ban misalnya pot bunga, kursi, meja, dan lain-lain. Peralatan untuk membuat keterampilan barang bekas dari ban sangat sederhana, seperti pisau dan gunting yang berfungsi untuk meggunting ban bekas menjadi beberapa potongan. Setelah dipotong, potongan-potongan tersebut dianyam, lalu terciptalah sepasangan barang bekas berupa meja dan kursi taman. Keterampilan barang bekas dari ban ini banyak diminati, karena hargaya terjangkau, awet dan unik.
·      Keterampilan barang bekas dari lempengan CD
Tekhnologi compact disc ternyata menghasilkan barang bekas berupa jutaan keeping CD. Barang bekas ini banyak yang tidak terpakai lagi karena rusak ataupun sudah tidak terbaca lagi. Tahukah kita bahwa CD bekas teryata dapat diolah kembali menjadi keterampilan barang bekas yang unik ? Lempengan CD bekas dapat dijadikan keterampilan barang bekas berupa tirai yang dirangkai dari rangkaian CD. Keterampilan barang bekas dari lempengan CD juga dapat berbentuk jam dinding atau jam meja yang unik. Caranya cukup dengan membeli mesin jam di toko onderdil jam lalu menempelkan mesin jam tersebut pada bagian dinding CD. Untuk desain keterampilan barang bekas ini, kita dapat menentukan sendiri sesuai keinginan.
·      Keterampilan barang bekas dari Koran
Keterampilan barang bekas bnyak jenisnya, misalnya vas bunga, figura foto, dan lain-lain. Cara membuatnya pun sangat mudah, yaitu tumpukan Koran bekas yang sudah tidak digunakan lagi, dipilih, kemudian dianyam dan dibentuk menjadi barang yang telah disebutkan tadi.
·      Keterampilan barang bekas dari kaleng atau botol
Botol dan kaleng bekas dapat diubah menjadi barang bekas yang berguna dan bernilai jual, yaitu dioah menjadi sebuah keterampilan barang bekas. Beragam bentuk botol minuman yang unik bisa kita ubah menjadi pajangan. Membuat keterampilan barang bekas ini cukup mudah dan sederhana, yaitu dengan cara melukis botol/kaleng bekas.
Ø  Tips Membuat keterampilan barang bekas
·      Buatlah Keunikan yang khas.
·      Bersihka barang bekas yang akan diolah menjadi keterampian barang bekas.
·      Faktor keamanan harus diperhatiakan. Contohnya kaleng bekas yang bebas dari karat dan tidak ada bagian yang runding atau tajam.
Ø  10 tips menjalankan usaha daur ulang barag bekas.
·      Harus cermat memilih usaha yang cocok,, sesuai minat dan lokasi usaha.
·      Pastikan modal cukup, baik untuk investasi awal maupun modal usaha.
·      Harus cerdas melihat peluang besar. Buatah produk yang mungkin banyak disukai masyarakat.
·      Memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar rumah atau tetangga agar biaya awal yang dikeuarkan tidak terlalu mahal
·      Memilih dan memilah bahan baku yang akan diolah untuk bahan daur ulang.
·      Perhatikan standar harga ketika menjual produk.
·      Meyakinkan pembeli bahwa produk yang dijual berkualitas baik.
·      Sering-sering melakukan promosi untuk produk-produk yang telah dihasilkan, misalnya melalui pameran dan bazaar agar produk yang dihasikan dikenal banyak orang.
·      Harus memilik strategi pemasaran sehingga produk memiliki peminat yang bertambah.
·      Disiplin, optimis, kerja keras.


Selain bernilai ekonomis, usaha mengolah barang bekas menjadi keterampilan bekas memiliki efek positif bagi masyarakat sekitar lingkungan usaha. Masyarakat tersadar untuk menjaga kebersihan dan bisa memilih barang bekas yang bisa didaur ulang sehingga masyarakat merasa terbantu dalam mengelola sampah.

Tidak ada komentar: